BAB 15 MOTIVASI


APENGERTIAN MOTIVASI
            Motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang berkontribusi pada tingkat komitmen manusia. Motivasi dan pemotivasian, keduanya berada di antara kisaran dua sisi ekstrem perilaku manusia: 1) tindakan reflek ;2) kebiasaan yang dipelajari (learned habits).
Asumsi-Asumsi Dasar Mengenai Motivasi dan Pemotivasian
            Asumsi-asumsi tersebut ada empat. Pertama, motivasi diasumsikan sebagai suatu yang baik. Kedua, motivasi adalah satu dari beberapa faktor yang mengarahkan pada kinerja seseorang. Ketiga, motivasi berubah dalam jangka pendek dan perlu pengadaaan kembali secara priodik. Keempat, motivasi adalah suatu alat yang dapat digunakan oleh manajer untuk mengatur hubungan antarpekerja .
GAMBARAN SINGKAT TEORI-TEORI MOTIVASI
            Teori motivasi memuat bentuk gambaran tentang orang. Isi teori motivasi membantu kita memahami suatu hubungan atau pertalian yang dinamis operasi organisasi, yaitu hubungan antara manajer dan karyawan setiap harinya.  
Gambaran Awal Mengenai Motivasi
            Gambaran awal mengenai motivasi dapat dibedakan dalam tiga model, yaitu:
Model Tradisional
            Model tradisional sering dihubungkan dengan Fredreick Taylor dan scientific management.  Asumsi dasara yang digunakan adalah bahwa manajer lebih baik dari pada karyawan dan para pekerja malas bekerja. Agar pekerja bekerja lebih baik, mereka diberi motivasi hanya dengan uang.
Model Hubungan Manusia
            Model hubungan manusia, sebagai model motivasi kedua, sering dikaitkan dengan Elton Mayo dan teori kontemporernya. Manajer dapat memotivasi karyawan dengan mengakui kebutuhan social karyawan dan membuat mereka merasa bermanfaat dan penting.
Model Sumberdaya Manusia
            Model motivasi ketiga, sering dikaitkan dengan Douglas McGregor. McGregor mengidentifikasi dua asumsi yang berbeda mengenai karyawan. Asumsi pertama dikenal dengan nama teori X, yang menyatakan bahwa orang mempunyai sifat tidak suka bekerja. Wlaupun pekerja mungkin memandang pekerjaan itu perlu, pekerja akan berusahamenghindari tanggung jawab sebisa mungkin.
            Asumsi kedua adalah teori Y yang mengasumsikan bahwa bekerja sebagai hal yang alamiah, seperti halnya bermain dan istirahat. Dalam teori Y, orang menginginkan untuk bekerja dan dapat memperoleh kepuasan yang sangat besar dari pekerjaan tersebut.
PANDANGAN KONTEMPORER MENGENAI MOTIVASI
            Landy dan Backer telah mengelompokkan pendekatan-pendekatan modern teori dan praktik motivasi kedalam lima kategori:
Teori Kebutuan
            Teori kebutuhan menunjukkan teori yang memfokuskan pada apakah kebutuhan dan keperluan orang untuk berusaha memenuhi (mengisi) hidup sebagai mahluk hidup. Menurut teori kebutuhan, seseorang termotivasi saat dia belum mencapai tingkat kepuasan tertentu dalam kehidupanya.
1.      Hirarki Kebutuhan Maslow. Moslow menggambarkan motivasi manusia sebagai hirarki lima kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisik (kebutuhan psling dasar) sampai  dengan kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan yang paling tinggi). Hirarki kebutuhan mulai dari yang paling dasar sampai dengan yang paling tinggi adalah sebagai berikut: 1) kebutuhan fisik, 2) kebutuhan keselamatan dan keamanan, 3) kebutuhan social, 4) kebutuhan penghargaan, dan 5) kebutuhan aktualisasi diri.
2.      Teori ERG. Teori ERG dikemukakan oleh Clayton Alderfer, teori ini berbeda dengan teori Maslow. Perbedaanya dapat dilihat pada dua hal sebagai berikut: pertama, Alderfer membagi kebutuhan dalam tiga kategori: kebutuhan eksistensi (kebutuhan dasar menurut Maslow), kebutuhan berhubungan (kebutuhan antar orang) dan kebutuhan pertumbuhan (kebutuhan untuk berkreasi atau memberikan pengaruh yang produktif).
            Kedua alderfer menekanakan bahwa saat kebutuhan yang lebih tinggi suit terpenuhi, kebutuhan yang lebih rendah muncul kembali, walaupun mereka terpuasi.
3.     Tiga kebutuhan. Jonh W. atkison mengusulkan tiga dasar yang meng-gerakkan orang termotivasi, yaitu: kebutuhan pencapaian, kekuasaan dan afiliasi (berhubungan erat dengan orang). Kesaimbangan antara ketiga dorongan tersebut berbeda antar orang yang satu dengan orang yang lain.
4.     Teori Motivasi Dua Faktor. Frederick Herzberg dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa ketidakpuasan kerja (job dissatisfaction) dan kepuasan kerja (job satisfaction) terjadi dari dua rangkaian faktor yang terpisah.  Teori ini disebut teori dua faktor, dua faktor tersebut adalah dissatifier dan satisfier.
Teori Keadilan (Equity Theory)
            Teori keadilan menggunakan asumsi bahwa faktor utama pemotivasian lerja adalah penilaian individu terhadap keadilan atau keadilan atas penghargaan yang diterima.  Keadilan dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara kerja individu dan penghargaan kerja. 
Teori Pengharapan (Expectancy Theory)
            David Nadler dan Edward Lawler menguraikan empat asumsi perihal perilaku dalam organisasi sebagai berikut:
1.      Perilaku ditentukan oleh suatu kombinasi faktor-faktor individu dan faktor-faktor lingkungan.
2.      Individu-individu membuat keputusan keputusan secara sadar perihal perilakunya dalam organisasi.
3.      Individu mempunyai kebutuhan, keinginan dan tujuan yang berbeda.
4.      Individu memutuskan untuk memilih di antara alternative perilaku-perilaku berdasarkan pada pengalamannya dan perilaku tersebut akan mengarahkan pada suatu hasil yang diinginkan.
Asumsi-asumsi tersebut menjadi dasar pada model pengharapan dan mempunyai tiga komponen utama:
1.      Performance-outcome expectancy. Setiap individu mengharapkan konsekuensi yang pasti dari perilakunya.
2.      Valensi (valency). Hasil dari suatu perilaku tertentu mempunyai suatu valensi yang spesifik atau kekuatan untuk memotivasi.
3.      Effort-performance expectancy. Pengharapan orang, yang bahkan mungkin sulit untuk dicapai akan mempengaruhi upaya-upayanya.
            Perilaku individu akan tergantung tipe hasil yang diharapkan. Tipe-tipe hasil adalah penghargaan intrinsik dan penghargaan ekstrinsik. Penghargaan intrinsik langsung dirasakan oleh setiap individu. Penghargaan ektrinsik berupa bonus atau promosi. Implikasi bagi manajer atas teori ini adalah perhatian terhadap berbagai faktor dalam berhubungan dengan karyawan. Nadler dan Lawler memberikan rekomendasinya:
1.      Menentukan penghargaan yang bernilai tinggi bagi setiap karyawan.
2.      Menetukan kinerja yang diinginkan.
3.      Membuat level kinerja bisa diraih.
4.      Menghubungkan oenghargaan dengan kinerja.
5.      Menganalisi faktor-faktor apa yang mungkin berkontribusi dengan keefektifan penghargaan.
6.      Memastikan penghargaan yang diberikan cukup.
Teori penguatan (Reinforcement Theory)
            Teori penguatan dikemukan oleh B.F. Skinner dan ahli psikologi yang lain. Mereka menunukkan bagaimana konsekuensi perilaku masa lalu mempengaruhi tindakan-tindakan yang akan datang dalam suatu siklus proses pembelajaran.  Proses ini dapat diungkapkan sebagai berikut:
                               Stimulus→ Respon→ Konsekuensi→ Respon yang akan datang
            Ada empat metode modifikasi dalamteori penguatan ini, yaitu: penguatan positif, avoidance learning, extinction dan hukuman. Penguatan positif adalah penggunaan konsekuensi positif untuk mendorong perilaku yang diinginkan. Dalam metode avoidance learning, karyawan berupaya untuk menghindari dari suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Extinction adalah pengabaian terhadap perilaku yang tidak diinginkan sehingga perilaku tersebut tidak diulangi kembali. Hukuman (punishment) adalah pemberian konsekuensi negative.
Teori penentuan Tujuan
             Teori penentua tuajuan menggabungkan antara teori pengharapan dan teori penguatan untuk menjelaskan mengapa manusia cendrung untuk menentukan tujuan dan berusaha keras untuk mencapainya, apabila individu-individu memahami dan menerima tujuan tersebut. Ada 4 tahap proses menentukan tujuan, yaitu:
1.       Mengembangkan standar pencapaian.
2.      Mengevaluasi apakah standar dapat dicapai.
3.      Mengevaluasi apakah standar sesuai dengan tujuan individu.
4.      Setelah standar diterima, kemudian tujuan ditentukan, dan perilaku diarahan menuju tujuan tersebut.
           

Komentar