DESAIN
SISTEM KONSEPTUAL
Berikut adalah langkah-langkah desain konseptual:
·
Mengevaluasi
Alternatif Desain
Terdapat banyak cara untuk mendesai sebiah SIA,
sehingga para desainer sistem harus membuat banyak keputusan desain. Standar-standar
berikut harus digunakan untuk mengevaluasi alternatif desain: (1) seberapa baik
ia memenuhi sasaran keorganisasian dan sistem, (2) seberapa baik ia memenuhi
kebutuhan pengguna, (3) apakah layak secara ekonomis, dan (4) bagaimana bobot
keuntungan dibandingkan kerugian.
·
Menyiapkan
Spesifikasi Desain dan Laporan
Setelah sebuah alternatif desain dipilih, spesifikasi desain konseptual (conceptual design specification) dibuat
untuk elemen-elemen sebagai berikut: (1) output, (2) penyimpanan data (data storage), (3) input, (4) prosedur
pemrosesan dan operasi (processing
procedures and operation).
Laporan
desain sistem konseptual (conceptual system design report) merangkum aktivitas desain
konseptual, memandu aktivitas desain fisik, mengomunikasikan bagaimana seluruh
kebutuhan sistem akan dipenuhi, dan membantu panitia pengaruh menilai
kelayakan.
DESAIN
SISTEM FISIK
Selama desain fisik, persyaratan desain
konseptual SIA yang luas dan berorientasi pengguna dijelaskan ke dalam
spesifikasi mendetailyang digunakan untuk coding
dan menguji program komputer. Figure 12-2 menunjukkan fase desain sistem fisik
yang dijelaskan secara mendetail. Kegagalan untuk mengambil waktu yang cukup
pada desain konseptual atau fisik dapat menyebabkan masalah.
·
DESAIN
OUTPUT
Sasaran desain output adalah menetukan sifat, format, isi, dan waktu pelaporan,
dokumen, serta tampilan layar. Menyesuaikan output
untuk kebutuhan pengguna memerlukan kerja sama antara pengguna dan desainer. Output biasanya sesuai ke dalam salah
satu dari empat kategori berikut:
1. Laporan terjadwal
(scheduled report) memiliki
sebuah isi dan format yang telah ditentukan sebelumnya dan disiapkan secara
teratur.
2. Laporan analisis bertujuan
khusus (special-purpose
analysis report) tidak memiliki isi, format, atau jadwal yang telah
dispesifikasikan sebelumnya, biasanya disiapkan sebagai tanggapan terhadap
permintaan manajemen.
3. Laporan pengecualian yang dipicu
(triggered exception report) memiliki
isi dan format yang telah dispesifikasikan sebelumnya, disiapkan hanya sebagai
tanggapan terhadap kondisi-kondisi yang tidak normal.
4. Laporan permintaan
(demand report) memiliki
isi dan format yang telah dispesifikasikan sebelumnya, disipakan hanya
berdasarkan permintaan.
·
Desain
File dan Database
|
Pertimbangan
|
Perhatian
|
|
Media
|
Menyimpan
data hard-drive, disk, CD, pita, atau kertas?
|
|
Modus
pemrosesan
|
Menggunakan
pemrosesan manual, batch, atau real-time?
|
|
Pemeliharaan
|
Prosedur
apa yang dibutuhkan untuk merawat data secara efektif
|
|
Ukuran
|
Seberapa
banyak catatan yang akan disimpan dalam basis data, seberapa besar jadinya,
dan seberapa cepat sejumlah catatan akan tumbuh?
|
|
Tingkat
aktivitas
|
Apa
saja persentase dari catatan yang akan diperbarui, ditambah, atau dihapud
tiap tahun?
|
·
Desain
Input
Pertimbangan desaininput termasuk jenis data apa
yang akan menjadi input dan metode input optimal.
·
Desain
Formulir
Meskipun sistem berpindah dari dokumen kertas dan
ke otomatis data sumber, desain formulir masih sebuah topic yang penting.
·
Desain Layar Komputer
Layar masukan computer paling efektif ketika
prosedur-prosedur berikut diikuti:
1. Mengatur
layar, sehingga data dapat dimasukkan dengan cepat, tepat dan lengkap.
2. Memasukkan
data dalam urutan yang sama seperti yang ditampilkan pada formulir kertas yang
menyimpan data tersebut.
3. Mengelompokkan
secara logis data terkait pada saat yang bersamaan.
4. Mendesain
layar, sehingga para pengguna dapat melompat dari satu lokasi ke lokasi yang
lain atau menggunakan sebuah kunci untuk langsung pergi ke lokasi layar.
5. Mempermudah
dalam memperbaiki kekeliruan.
6. Membatasi
data atau nomor opsi menu pada sebuah layar untuk menghindari kekacauan.
Pengembangan program, salah satu aktivitas SDLC
yang paling memakan waktu, terjadi dalam delapan langkah berikut:
1. Menentukan
kebutuhan pengguna (determine user needs).
2. Membuat
dan mendokumentasikan sebuah rencana pengembangan (creat and document a development paln).
3. Membuat
instruksi-instruksi program (kode computer)
(write program instruction/computer code).
4. Menguji
program (test the program). Debugging adalah proses menemukan dan mengeliminasi
kesalahan program.
5. Mendokumentasikan
program (document the program).
6. Melatih
para pengguna program (train program
users).
7. Memasang
sistem (install the system).
8. Menggunakan
dan memodifikasi sistem (use and modify the system).
Siapapun yang berinteraksi dengan sebuah sistem
memerlukan sejumlah prosedur untuk menjawab pertanyaan, siapa, apa, kapan, di
mana, mengapa dan bagaimana terkait dengan aktivitas-aktivitas SI. Prosedur-prosedur
tersebut harus meliputi persiapan input,
pemrosesan transaksi, deteksi dan koreksi kesalahan, pengendalian, rekonsiliasi
saldo, akses database, persiapan dan
distribusi output, dan serta instruksi-instruksi
operator komputer. Sebuah laporan
desain sistem fisik (physical
system design report) merangkum apa yang dicapai dalam desain fisik,
digunakan untuk menentukan apakah iya atau tidak untuk memproses fase
implementasi.
IMPLEMENTASI
SISTEM
Implementasi
sistem (system
implementation) adalah proses pemsangan perangkat keras dan perangkat lunak,
sehingga SIA dapat menyala dan dijalankan.
·
Perencanaan
Implemetasi dan Situs
Sebuah rencana
implementasi (implementation plan) terdiri atas implementasi tugas,
tanggal penyelesaian yang diinginkan, estimasi biaya, dan siapa yang
bertanggung jawab terhadap masing-masing tugas. Persiapan situs adalah proses
panjang dan harus dimulai dengan baik di awal tanggal pemasangan.
·
Memilih
dan Melatih Personel
Mentransfer pegawai yang digantikan karena sistem
baru dapat meningkatkan loyalitas dan semangat kerja pegawai. Ketika para
pengguna tidak cukup dilatih, perusahaan tidak akan memperoleh manfaat dan
pengembalian atas investasi yang diharapkan. pelatihan harus dijadwalkan hanya
sbeelum pengujian dan konversi sistem.
·
Melengkapi
Dokumentasi
Tiga jenis dokumentasi yang harus disiapkan untuk
sistem baru.
1.
Dokumentasi
pengembangan (development implementation)
menjelaskan SIA baru. Dokumentasi ini termasuk sebuah deskripsi sistem; salinan
tata letak output, input, serta file dan database; bagan
alir program; hasil uji dan formulur penerimaan pengguna.
2.
Dokumentasi
operasi (operational documentation) termasuk
jadwal pengoperasian; file dan database yang diakses; serta persyaratan
perlengkapan, keamanan, dan penyimpanan file.
3.
Dokumentasi
pengguna (user documentation) mengajarkan
para pengguna bagaimana untuk mengoperasikan SIA. Tindakan ini termasuk manual
prosedur dan bahan pelatihan.
Berikut adalah tiga bentuk pengujian yang umum:
1.
Walk-through adalah
tinjauan langkah demi langkah atas prosedur atau logika program untuk menemukan
logika yang salah, kesalahan, pengabaian atau masalah lainnya.
2.
Uji
pengolahan data (processing
test data) termasuk memproses transaksi valid dan keliru untuk
menentukan jika sebuah program beroperasi seperti yang didesain dan transaksi
yang valid ditangani dengan layak serta kesalahan dideteksi dan dihadapi secara
tepat.
3.
Uji
penerimaan (acceptance
test) merupakan pengujian atas sistem baru menggunakan sejumlah
transaksi nyata untuk menentukan apakah kriteria yang dikembangkan pengguna
terpenuhi.
KONVERSI
SISTEM
Konversi (convertion)
adalah perubahan dari SIA lama ke SIA baru. Empat pendekatan yang digunakan
konversi:
1.
Konversi
langsung (direct
convertion), perubahan dari sebuah sistem lama ke sistem baru dengan
menghentikan SI lama ketika yang baru diperkenalkan.
2.
Konversi
paralel (parallel
convertion), perubahan dari sebuah sistem lama ke sistem baru dengan mengoperasikan
kedua sistem secara bersamaan sampai organisasi yakin sistem baru berfungi
dengan benar.
3.
Konversi
bertahap (phase-in
convertion), perubahan dari sebuah sistem lama ke sistem baru dengan
mengganti elemen-elemen yang lama dengan yang baru secara bertahap sampai
sistem lama seluruhnya telah digantikan.
4.
Konversi
pilot (pilot
convertion), perubahan dari sebuah sistem lama ke sistem baru dengan
mengimplementasikan sebuah sistem di satu lokasi, menggunakannya sampai
seluruh masalah diselesaikan dan kemudian mengimplementasikannya di organisasi
tersisa.
OPERASI
DAN PEMELIHARAAN
Langkah SDLC terakhir adalah mengoperasikan dan
memelihara sistem baru tersebut. Suatu tinjauan pasca-implementasi (postimplementation review) adalah tinjauan yang dibuat setelah
sistem baru telah beroperasi dalam periode singkat untuk memastikan apakah
sistem baru tersebut memenuhi sasaran yang direncanakan, mengidentifikasi
kecukupan standar sistem, dan meninjau pengendalian sistem. Laporan tinjauan pasca-implementasi (postimplementation review report) adalah
sebuah laporan yang menganalisis sebuah sistem yang baru saja diserahkan untuk
menentukan apakah sistem tersebut mencapai tujuan yang dikehendaki dan
diselesaikan sesuai anggaran.
Romney, B. Marshall dan Paul John Steinbart. 2015.
Sistem Informasi Akuntansi, edisi 13.
Jakarta Selatan: Salemba Empat.
Komentar
Posting Komentar