Membeli Perangkat Lunak
Perangkat
lunak massal (canned
software) dijual ke para pengguna dengan persyaratan yang sama. Sistem turnkey (turnkey system) adalah perangkat lunak dan perangkat keras yang dijual
dalam bentuk sebuah paket. Vendor memasang sistem dan pengguna ²memutar
kunci.²
banyak sistem turnkey dibuat oleh vendor yang berspesialisasi pada sebuah
industry tertentu, seperti dokter, toko reparasi otomotif, restoran, dan toko
eceran.
Perusahaan dapat menyewakan perangkat lunak dari penyedia jasa aplikasi (application service providers-ASP) yang
mengirimkan perangkat lunak melalui internet. Ini mengotomatiskan peningkatan
perangkat lunak, memungkinkan perusahaan untuk focus pada kompetisi keuangan
inti daripada masalah-masalah teknologi informasi (TI), dan dapat mengurangi
biaya perangkat lunak dan overhead
administratif.
·
Memilih
Vendor
vendor dipilih berdasarkan
masukkan, dari konferensi, majalah industry, internet, atau dari buku telepon.
Pemilihan harus dilakukan secara cermat karena vendor dengan sedikit
pengalaman, modal yang tidak cukup, atau produk yang buruk akan menghilang dari
bisnis dan meninggalkan para pelaggan serta produk-produknya tanpa solusi atau
bantuan.
·
Memperoleh
Perangkat Keras dan Perangkat Lunak
Perusahaan yang membeli sistem
yang besar atau kompleks mengirim vendor dengan sebuah permintaan untuk proposal (request
for proposal-RFP), meminta para vendor untuk mengajukan sebuah sistem yang
memnuhi kebutuhan perusahaan. Proposal terbaik diperiksa untuk memverifikasi
bahwa persyaratan perusahaan dapat dipenuhi. Penggunaan sebuah RFP penting
karena:
- Menghemat waktu.
- Menyederhanakan proses pembuatan keputusan.
- Mengurangi kesalahan.
- Menghindari potensi untuk ketidakpastian.
·
Mengevalusasi
Proposal dan Memilih Sebuah Sistem
Proposal yang lolos penyaringan
awal harus dicocokkan dengan persyaratan sistem untuk menetukan apakah seluruh
persyaratan wajib telah terpenuhi dan seberapa banyak persyaratan yang
diinginkan telah terpenuhi. Kinerja
sistem dapat dibandingkan dengan beberapa cara. Masalah benchmark (benchmark
problem) adalah suatu tugas khusus input,
pemrosesan, dan output atas SIA baru
yang akan dijalankan. Penskoran poin
(point scoring) memberikan sebuah
bobot untuk setiap kriteria evaluasi berdasarkan sebarapa baik proposal mereka
memenuhi persyaratan dan total skor terbobot dibandingkan. Penentuan biaya persyaratan (requirement
costing) mengestimasikan biaya pembelian atau pengembangan fitur-fitur yang
tidak tersedia.
Pengembangan Oleh Departemen Sistem Informasi In-House
Organisasi
mengembangkan perangkat lunak yang
dibuat khusus (costum software)
ketika dengan melakukannya akan memberikan sebuah keunggulan kompetitif yang
signifikan. Halangan yang harus dilalui untuk mengembangkan perangkat lunak
berkualitas adalah lamanya waktu yang diperlukan, kompleksita sistem,
persyaratan yang buruk, perencanaan yang tidak cukup, komunikasi dan kerja sama
yang kurang, kurangnya staf berkualifikasi, dan dukungan manajemen puncak yang
buruk.
·
Perangkat
Lunak Yang Dikembangkan Pengguna Akhir
Komputasi pengguna
akhir (end-user computing-EUC)
merupakan pengembangan,penggunaan, dan pengendalian terus menerus atas sistem
informasi berbasis computer oleh para pengguna.
Keuntungan
dan kerugian komputasi pengguna akhir.
|
Keuntungan
|
Kerugian
|
|
Penciptaan,
pengendalian, dan implementasi pengguna.
|
Kesalahan
logika dan pengembangan.
|
|
Sistem
yang memenihi kebutuhan pengguna.
|
Aplikasi
yang diuji dengan tidak layak.
|
|
Ketepatan
waktu.
|
Sistem
yang tidak efisisen.
|
|
Membebaskan
sumber data sistem.
|
Sistem
yang dikendalikan dan didokumentasikan dengan buruk.
|
|
Fleksibelitas
dan kemudahan penggunaan.
|
Sistem
yang tidak kompatibel.
|
|
|
Duplikasi
sistem dan data; sumber daya yang terbuang.
|
|
|
Pengingkatan
biaya.
|
·
Mengelola
dan Mengendalikan Kompuasi Pengguna Akhir
Help desk mendukung
dan mengendalikan aktivitas pengguna akhir. Tugas-tugas help desk adalah menyelesaikan masalah, menyebarkan informasi, mengevaluasi produk
perangkat keras dan perangkat lunak baru serta memberitahukan para pengguna
cara menggunakannya, membantu dalam pengembangan aplikasi, serta memberikan
pemeliharaan dan dukungan teknis. Help
desk juga mengembangkan dan mengimplementasikan standar dalam pembelian
perangkat keras dan perangkat lunak, dokumentasi, pengujian aplikasi, dan
keamanan. Terakhir, help desk
mengendalikan akses dan membagikan data korporasi di antara para pengguna
akhir, seraya memastikan bahwa data tersebut tidak diduplikasi dan akses data
rahasia tetap dibatasi.
Mengalihdayakan Sistem
Pengalihdayaan
(outsourcing) adalah memperkerjakan
sebuah perusahaan luar untuk menangani seluruh atau sebagian pengelolahan data
organisasi. Dalam mainframe persetujuan pengalihdaya (outsourcer) membeli computer klien, memperkerjakan pegawai SI klien
dan mengelola sistem di situs klien, atau memindahkan sistem tersebut ke computer
pengalih daya.
|
Keuntungan
|
Kerugian
|
|
Sebuah
solusi bisnis.
|
Ketidakfleksibilitas
(inflexibility).
|
|
Pemanfaatan
asset
|
Hilangnya
pengendalian (loss of control).
|
|
Akses
pada keahlian yang lebih besar dan teknolohi yang lebih baik.
|
Mengurangi
keuntungan kompetitif (reduced
competitive adventage).
|
|
Biaya
yang lebih rendah.
|
Sistem
yang terkunci (locked-in system).
|
|
Lebih
sedikit waktu pengembangan.
|
Tujuan
yang tak terpenuhi (unfulfilled goal).
|
|
Eliminasi
penggunaan maksimal dan rendah (peak-and-valley).
|
Layanan
yang buruk (poor service).
|
|
Memfasilitasi
perampingan.
|
Peningkatan
risisko.
|
Manajemen Proses Bisnis
Rekayasa
ulang proses bisnis (business
process reengineering-BPR) adalah sebuah
pendekatan drastis dan dilakukan sekali
untuk menigkatkan dan mengotomatiskan proses bisnisnya. Dengan peningkatan yang
lebih jauh, BPR telah berubah ke dalam manajemen
proses bisnis (business process
management-BPM), sebuah pendekatan sistem matis secara berkelanjutan untuk
meningkatkan dan mengoptimalkan proses bisnis sebuah organisasi.
Beberapa prinsip penting yang mendasari BPM
adalah sebagai berikut.
·
Proses bisnis dapat menghasilkan
keuntungan kompetitif.
·
Proses bisnis harus dikelola dari
ujung ke ujung.
·
Proses bisnis haruslah cekatan
·
Proses bisnis haruslah selaras dan
kebuuhan keorganisasian.
Sistem
manajemen proses bisnis (business process management system-BPMS)
mengotomatiskan dan memfasilitasi peningkatan proses bisnis. Sistem tersebut
dapat meningkatkan komunikasi dan kaloborasi, mengotomatiskan aktivitas dan
berintegrasi dengan sistem lain serta dengan rekan lain dalam rangkaian nilai.
Prototyping
Prototyping
adalah sebuah pendekatan desain sistem yang berada dalam suatu model kerja
disederhanakan yang tengah dikembangkan. Seperti yang ditunjukkan dalam figure 12-1,
sebuah prototype dikembangkan menggunakan empat langkah. Pertama, menemui para
pengguna untuk menyetujuai ukuran dan cakupan sistem tersebut dan memutuskan
hal yang seharusnya disertakan dan tidak disertakan oleh sistem. Langkah kedua
adalah mengembangkan sebuah prototipe awal. Dalam langkah ketiga, para
pengembang menggunakan umpan balik untuk memodifikasi sistem dan mengembalikan
ke para pengguna. Langakah keempat adalah menggunakan sistem tersebut.
Separuh dari seluruh prototype diubah ke dalam
sistem yang sepenuhnya fungsional, disebut sebagai protitipe operasional (operational
prototype). Untuk membuat prototipe operasional,
pengembang menggabungkan hal-hal yang diabaikan di langkah pertama, menyediakan
cadangan dan pemulihan, dan mengintegrasikan prototype dengan sistem lain. Prototipe (dibuang) non-operasional-nonoperational (throwaway)
prototypes-dimanfaatkan
dalam beberapa cara. Prototipe tersebut dapat digunakan sebagai prototipe awal
bagi sebuah sistem perluasan yang didesain untuk memenuhi kebutuhan banyak
pengguna yang berbeda-beda.
|
Keuntungan
|
Kerugian
|
|
Definisi
yang lebih baik atas kebutuhan pengguna.
|
Waktu
pengguna yang signifikan.
|
|
Keterlibatan
dan kepuasan pengguna yang lebih tinggi.
|
Penggunaan
yang kurang efisien atas sumber daya sistem.
|
|
Waktu
pengembangan yang lebih cepat.
|
Pengujian
dan dokumentasi yang tidak cukup.
|
|
Lebih
sedikit kesalahan.
|
Reaksi
perilaku yang negative.
|
|
Lebih
banyak peluang bagi perusahaan.
|
|
Rekayasa Perangkat Lunak Dibantu Komputer
Rekayasa
(atau sistem) perangkat lunak dibantu computer
(computer-aided software (or system)
engineering-CASE) adalah sebuah
paket alat-alat terintegrasi yang digunakan oleh para pendesain ahli untuk
membantu merencanakan, menganalisis, mendesain, memprogram, dan memelihara
sebuah sistem informasi.
Keuntungan | Kerugian |
Peningkatan produktivitas | Inkompabilitas. |
Peningkatan kualitas program. | Biaya. |
Penghematan biaya. | Ekspetasi yang tidak terpenuhi. |
Peningkatan prosedur pengendalian. | |
Dokumentasi yang disederhanakan. |
Referensi :
ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM, MARSHALL B. ROMNEY & PAUL JOHN STEINBART edisi 13
Komentar
Posting Komentar